Tengku JA Kritik Kinerja Bupati Sibral Malaysi, Nilai Janji Perubahan Belum Terwujud

REDAKSI PIDIE PIJAY COM

- Editorial Team

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:28 WIB

501 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJAY_Mantan Ketua Partai Adil Sejahtera (PAS) Kabupaten Pidie Jaya, Tgk. Juli Andika, melontarkan kritik terhadap kinerja Bupati Pidie Jaya yang dinilainya belum mampu merealisasikan visi dan misi yang pernah disampaikan kepada masyarakat pada masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Menurutnya, berbagai harapan yang sempat membangkitkan optimisme publik hingga kini belum terwujud secara nyata, meskipun masa kepemimpinan telah berjalan lebih dari satu tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan Tgk. Juli Andika. Ia mengaku prihatin melihat kondisi pembangunan dan pelayanan publik di Pidie Jaya yang dinilainya masih belum menunjukkan perubahan signifikan sebagaimana yang pernah dijanjikan kepada masyarakat. Bagi dirinya, kritik tersebut bukan sekadar bentuk ketidakpuasan, melainkan sebagai pengingat agar pemerintah daerah kembali fokus menjalankan komitmen yang telah disampaikan kepada publik saat kontestasi politik berlangsung.

Menurut Tgk. Juli Andika, dirinya bersama sejumlah tokoh dan tim pemenangan sebelumnya bekerja keras memenangkan pasangan calon yang mengusung slogan perubahan karena meyakini program-program yang ditawarkan mampu membawa kemajuan bagi daerah. Harapan itu, kata dia, muncul dari berbagai gagasan yang disampaikan kepada masyarakat, mulai dari peningkatan kesejahteraan, pembenahan tata kelola pemerintahan, hingga perbaikan pelayanan publik.

“Dulu kami berjuang sekuat tenaga untuk memenangkan pasangan Sabar karena visi dan misinya sangat bagus, yaitu membawa perubahan dan kesejahteraan. Namun hingga saat ini, setelah lebih dari satu tahun memimpin, kami belum melihat hasil yang signifikan,” ujar Tgk. Juli Andika.

Tokoh yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris PAS Pidie Jaya tersebut menilai kepemimpinan daerah seharusnya mampu menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pemerintahan tidak hanya diukur melalui penyusunan program kerja, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut benar-benar terlaksana dan memberikan dampak bagi kehidupan warga.

Selain menyoroti capaian pembangunan, Tgk. Juli Andika juga mengkritik pola kepemimpinan yang dinilainya belum sepenuhnya mengakomodasi berbagai unsur yang selama ini berkontribusi terhadap jalannya pemerintahan. Ia berpendapat bahwa komunikasi dan koordinasi antara kepala daerah dengan Wakil Bupati maupun berbagai elemen yang pernah terlibat dalam proses pemenangan Pilkada perlu diperkuat agar roda pemerintahan berjalan lebih efektif.

Menurutnya, pemerintahan daerah membutuhkan kepemimpinan yang terbuka terhadap berbagai masukan dan mampu membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Dengan keterlibatan berbagai pihak, proses pengambilan kebijakan dinilai akan lebih komprehensif sekaligus mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Di sisi lain, Tgk. Juli Andika turut menyoroti sejumlah persoalan pelayanan publik yang hingga kini masih menjadi keluhan warga. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), terutama terkait lamanya antrean masyarakat saat mengambil obat. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih perlunya pembenahan pada aspek pelayanan kesehatan agar masyarakat memperoleh layanan yang cepat, mudah, dan berkualitas.

Ia juga menilai pendataan terhadap masyarakat terdampak banjir masih belum berjalan secara maksimal. Akibatnya, dikhawatirkan terdapat warga yang seharusnya memperoleh bantuan namun belum sepenuhnya terakomodasi. Dalam situasi pascabencana, akurasi data dinilai menjadi faktor penting agar proses penyaluran bantuan berlangsung tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

“Pelayanan di RSUD masih dikeluhkan masyarakat karena harus menunggu berjam-jam saat mengambil obat. Pendataan korban banjir juga perlu diperbaiki. Selain itu, saya menilai pemerintah daerah perlu lebih aktif membangun komunikasi dengan pemerintah pusat agar program pembangunan dapat berjalan lebih optimal,” katanya.

Sorotan lainnya mengarah pada hubungan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dengan pemerintah pusat. Tgk. Juli Andika berpandangan bahwa pemerintah daerah perlu lebih aktif membangun komunikasi, melakukan koordinasi, serta memperjuangkan berbagai program strategis agar peluang memperoleh dukungan anggaran dan pembangunan dari pemerintah pusat semakin besar. Menurutnya, keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi alasan penting bagi pemerintah kabupaten untuk lebih agresif mencari dukungan dari pemerintah pusat maupun kementerian terkait.

Dalam pandangannya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kemampuan mengelola anggaran daerah, tetapi juga ditentukan oleh kemampuan kepala daerah membangun jejaring dan memperjuangkan kepentingan masyarakat di tingkat nasional. Karena itu, ia berharap langkah-langkah proaktif dalam mencari peluang pembangunan dapat kembali menjadi prioritas pemerintah daerah.

Sebagai perbandingan, Tgk. Juli Andika menyinggung kepemimpinan almarhum Bupati Pidie Jaya, Gade Salam, yang menurutnya dikenal aktif melakukan pendekatan kepada pemerintah pusat untuk memperjuangkan berbagai proyek pembangunan. Upaya tersebut, kata dia, berhasil menghadirkan sejumlah infrastruktur penting yang hingga kini masih dimanfaatkan masyarakat.

“Saya melihat dulu almarhum Pak Gade Salam lebih aktif menjemput bola ke pusat sehingga berbagai pembangunan, seperti kantor pemerintahan dan jembatan layang, dapat direalisasikan. Semangat seperti itu yang saya harapkan kembali hadir demi kemajuan Pidie Jaya,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena datang dari sosok yang pernah berada di lingkaran pendukung pasangan kepala daerah saat Pilkada. Kritik dari mantan tim pemenangan dinilai mencerminkan adanya harapan agar pemerintahan saat ini mampu melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang belum berjalan sesuai ekspektasi masyarakat.

Dalam sistem pemerintahan daerah, kritik dari masyarakat maupun tokoh politik merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah. Masukan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mempercepat realisasi berbagai program pembangunan yang telah dijanjikan kepada masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Bupati Pidie Jaya terkait kritik yang disampaikan Tgk. Juli Andika. Upaya konfirmasi kepada Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya masih terus dilakukan guna memperoleh tanggapan sehingga pemberitaan dapat disajikan secara berimbang sesuai prinsip jurnalistik.

{¶€π7@90π}

 

Berita Terkait

Hujan di Aceh: Antara Berkah Kehidupan dan Ancaman Bencana, Kesiapan Lingkungan dan Mitigasi Menjadi Kunci Utama
Aktivitas Tambang Galian C di Kawasan Hulu Sungai Berpotensi Memperparah Banjir dan Banjir Bandang, Kerusakan Lingkungan Perlu Menjadi Perhatian Serius di Kabupaten Pidie Jaya
Stop Seremonial, Utamakan Substansi: Pidie Jaya Belum Pulih, Masyarakat Menunggu Bukti Nyata Penanganan Pascabanjir
KPK Belum Menangkap Kepala Daerah di Aceh Yang Terindikasi Korupsi, Pengamat: Masih mencari Momen Yang Tepat
Nurlis: Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya Cocok Dianugerahi “Syeh-Syoh Award” dan “Karu Award”
Perang Opini Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya: Ketika Konflik Elite Berhadapan dengan Tuntutan Publik
Pengamat kebijakan: Masyarakat diminta jangan takut Untuk Laporkan jika terbukti ada pejabat Daerah korupsi Uang Negara
Patih Mengaku Tak Dilibatkan dalam APBK 2026, Polemik Anggaran Menguak Retaknya Koordinasi Kerajaan Pijay

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 10:50 WIB

Hujan di Aceh: Antara Berkah Kehidupan dan Ancaman Bencana, Kesiapan Lingkungan dan Mitigasi Menjadi Kunci Utama

Minggu, 1 November 2026 - 08:38 WIB

Aktivitas Tambang Galian C di Kawasan Hulu Sungai Berpotensi Memperparah Banjir dan Banjir Bandang, Kerusakan Lingkungan Perlu Menjadi Perhatian Serius di Kabupaten Pidie Jaya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Stop Seremonial, Utamakan Substansi: Pidie Jaya Belum Pulih, Masyarakat Menunggu Bukti Nyata Penanganan Pascabanjir

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:37 WIB

KPK Belum Menangkap Kepala Daerah di Aceh Yang Terindikasi Korupsi, Pengamat: Masih mencari Momen Yang Tepat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Nurlis: Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya Cocok Dianugerahi “Syeh-Syoh Award” dan “Karu Award”

Jumat, 25 September 2026 - 19:53 WIB

Pengamat kebijakan: Masyarakat diminta jangan takut Untuk Laporkan jika terbukti ada pejabat Daerah korupsi Uang Negara

Jumat, 25 September 2026 - 18:27 WIB

Patih Mengaku Tak Dilibatkan dalam APBK 2026, Polemik Anggaran Menguak Retaknya Koordinasi Kerajaan Pijay

Selasa, 22 September 2026 - 14:21 WIB

Catut Nama Instansi Negara untuk Menipu, Masyarakat Diminta Waspada dan Tidak Mudah Percaya

Berita Terbaru